Rabu, 05 Desember 2012

Teknik Informatika

Apa Itu Teknik Informatika ?
Teknik Informatika merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan data dengan memanfaatkan se-optimal mungkin teknologi komputer melalui proses-proses logika. Pada teknik informatika bidang ilmu yang lebih banyak dikaji adalah bidang pemrograman dan komputasi, rekayasa perangkat lunak (software) untuk berbagai bidang aplikasi dalam berbagai bidang usaha, dan teknologi jaringan komputer.
Apa Yang Dipelajari di Teknik Informatika ?
Dasar ilmu dalam Teknik Informatika adalah algoritma. Pada Teknik Informatika, mahasiswa akan diarahkan untuk bisa menguasai ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Secara garis besar materi dalam teknik informatika dapat dikelompokkan menjadi beberapa bidang ilmu antara lain adalah :
1.   Sistem Informasi
Memberikan pengetahuan dan pengertian dasar tentang konsep dan kerangka sistem informasi, metodologi dan teknik perancangan, pengembangan, pengetesan dan pemeliharaan sistem perangkat lunak
2.   Rekayasa Perangkat Lunak
Materi yang dipelajari dalam bidang ini adalah Analisa dan Desain Obyek, Penyempurnaan Proses Rekayasa, Inspeksi Perangkat Lunak, Rekayasa Perangkat Lunak, Pemrograman Basis Data Client Server.
3.   Pemrograman dan Komputasi
Memberikan pengetahuan dan kemampuan menganalisis permasalahan dalam ruang lingkup Komputasi, Komputasi Paralel, Sistem Terdistribusi, Teknologi Antar Jaringan.
4.   Arsitektur dan Jaringan Komputer
Materi yang dipelajari dalam bidang ini adalah Arsitektur Komputer, Organisasi Komputer, Elektronika, Sistem Digital, Sistem Mikroprosesor, Jaringan Komputer dll.
Prospek Lulusan Teknik Informatika
Bidang aplikasi komputer sangat luas, hampir tidak ada ruang kehidupan yang tidak tersentuh oleh teknologi komputer. Luasnya bidang aplikasi tersebut, terbatasnya jumlah system analyst, pesatnya perkembangan teknologi informasi, dan tingginya kebutuhan pengembangan perangkat lunak memberikan prospek yang sangat cerah bagi lulusan Teknik Informatika. Jenis pekerjaan yang tepat untuk lulusan Teknik Informatika antara lain adalah: Programmer, Sistem Analis, Web Designer, Software Engineer/Web engineer, Computer network/Data Communication Engineer, Instansi Pemerintah dan Lembaga Penelitian, Lain-lain (perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi, perbankan, konsultan atau dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dll).

SATUAN – SATUAN DALAM KOMPUTER


1. Bit
Singkatan dari binary digit (angka biner)- merupakan satuandata terkecil. Nilainya cuma 1 dan 0 walau kelihatannya sederhana, tapi dua angka inilah yang mengalir terus didalam PC, berputar dari processor, Motherboard, chip memory sampai ke perangkat-perangkat penyimpanan data dan output lainnya atau sebaliknya. Bit mengalir sebagai sinyal-sinyal listrik. Ibarat saklar, angka nol berarti off sedangkan angka 1 artinya on. Begitulah, rangkaian data yang jumlahnya miliaran bahkan triliunan bit mengalir bagai orang menekan tombol on/off secara berulang-ulang dan cepat. Akan tetapi, bit punya wujud fisik juga. Pada sebuah CD contohnya, bit tampak sebagai bintik-bintik yang amat kecil pada permukaan disk. Sinar laser CD-ROM drive memungkinkan membaca dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang komputer.Bit biasanya tidak pernah berdiri sendiri. Maknanya baru muncul begitu terdiri dari sejumlah bit. Dalam perhitungan biner ada sejumlah komputer yang dipakai, yaitu sistem 8 bit, 16 bit, 32 bit, 64 bit dan seterusnya. Dengan sistem itulah komputer membaca, menerjemahkan kembali dan mengolah data angka, huruf, gambar dan sebagainya. Beruntunglah, kita tidak perlu mengetahui semua perhitungan itu untuk menggunakan komputer. Tinggal klak-klik atau ketak-ketik saja. Walau begitu, pemahaman mengenai bit akan sangat berguna untuk memahami berbagai aspek lain dalam komputer.
2. Byte
Terbentuk dari delapan bit. Sebuah byte merupakan kumpulan bit terkecil yang dapat dimengerti komputer. Sebuah byte mewakili angka desimal dari 0 sampai 255. Byte juga digunakan untuk mewakili huruf-huruf, angka-angka, simbol-simbol lain dalam bentuk ASCII (American Standart Code for Information). Sebagai contoh, bila Anda mengetik huruf A pada keyboard, komputer merekamnya sebagai kode ASCII 65 dan menerjemahkannya dalam perhitungan biner sebagai 01000001 – yang merupakan 1 byte. Data.
3. Kilobyte
Satu kilobyte data bejumlah begitu bermakna. Sama saja seperti halnya kita mengetik sebuah huruf dalam notepad. Tak ada artinya. Dokumen biasanya tersimpan dalam komputer dengan ukuran kilobyte (KB). Satuan kilo biasanya berarti seribu, tapi satu kilobyte tidak sama dengan 1.000 byte, Komputer kan bekerja dengan sistem biner, maka satu kilobyte sebenarnya sama dengan 1.024 byte. Walau begitu, untuk mudahnya, Anda boleh memperkirakan satu kilobyte sama dengan 1.000 karakter (termasuk spasi). Tulisan ini, misalnya, terdiri dari sekitar 12.000 karakter. Jadi, besarnya dalam komputer sekitar 12 KB.
4. Megabyte
Diatas kilobyte, kita menemukan satuan megabyte (MB). Orang biasanya menyebutkan “satu mega” saja. satu MB sama dengan 1.024 kilobyte. Dan itu artinya 1 MB sama dengan 1.048.576 byte, bukan sejuta byte. Memory komputer pada umumnya diukur dengan satuan ini. Misalnya, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan seterusnya.
5. Gigabyte
Ukuran penyimpana data di komputer kini tidak lagi menggunakan satuan megabyte. Coba saja periksa harddisak yang ada di pasaran saat ini. Semua sudah menggunakan satuan gigabyte (GB). satuan gigabyte sama dengan 1.024 MB. Diatas satuan ini ada lagi satuan terrabyte (TB) yang sama dengan 1.024 GB. Kapasitas Harddisk diukur dengan GB.
6. Kilobit
Satuan ini tidaklah sama denga satuan kilobyte. Kilobit (Kb) merupakan satuan ukuran kecepatan transfer data komputer. Satu kilobit sama dengan 1000 bit. Sebuah modem, contohnya, menawarkan kecepatan download maksimum 56 Kb/s. Itu artinya modem tersebut mampu mengantarkan 56 kilobit (56.000 bit) data melalui jalur telephone dalam setiap detiknya. Ambil kalkulator dan coba hitung, kecepatan tersebut sama dengan 6.9 KB/s (kilobyte per second).
7. Megabit
Dalam jaringan komputer yang besar, kecepatan transfer datanya bisa mencapai satuan ukuran yang lebih besar, yaitu megabit (Mb). Kabel yang digunakan dalam jaringan komputer dikantor contohnya, dapat mengirim dan menerima data sampai 100 Mb/s atau sama dengan seratus juta bit setiap detiknya. Coba lakukan perhitungan kembali. Bahwa kecepatan transfer setinggi itu (100 Mb/s) sama dengan kecepatan 11,9 MB perdetik.
8. Hertz (Hz)
Hertz sebenarnya adalah nama keluarga dari Heinrich Rudolf, ahli fisika Jerman yang menemukan satuan pengukuran frekuensi radio dan listrik. Begitulah asal satuan Hertz. Satu Hertz (1 Hz) berarti satu putaran gelombang radio per detik. Di dunia komputer, satuan ini juga banyak digunakan. Pada monitor-monitor CRT misalnya, satuan Hz sebenarnya menggambarkan kemampuan me-refresh layar setiap detiknya. Monitor yang menawarkan refresh rate 85 Hz mampu me-refresh gambar pada layar sebanyak 85 kali setiap detik. Hal ini membuat tampilannya terlihat halus dan tidak berkedip.
9. Megahertz (MHz)
Satu Megahertz berarti satu juta putaran tiap detik. Memang belum ada monitor yang bisa mencapai kecepatan seperti ini, namun lain halnya dengan processor komputer. Kecepatan 1 MHz bagi processor akan terasa amat sangat lambat. Kecepatan processor diukur berdasarkan kemampuannya melakukan kalkulasi dalam sedetik. Pada generasi PC pertama, kecepatan processornya masih menggunakan kecepatan MHz, yaitu 4,77 MHz
Bandingkan dengan rata-rata PC Pentium 4 yang sudah memiliki kecepatan 3,2 GHz atau 3,2 milyar kalkulasi per detik. Tapi janganlah hanya melihat satuan ini untuk melihat kecepatan processor yang sesungguhnya. Sering beberapa processor yang memiliki satuan kecepatan yang lebih rendah dapat mengerjakan perhitungan yang sama dengan lebih cepat, ketimbang processor yang kecepatannya tinggi. Produsen processor memiliki trik-trik tersendiri untuk membuat processornya memiliki performa yang baik, tidak hanya dengan adu kecepatan.
10. Gigahertz (GHz)
Ada dua bidang di dunia komputer yang menggunakan satuan GHz, yaitu processor dan jaringan nirkabel. Untuk processor, barusan Anda sudah tahu gambarannya kan? Nah dalam jaringan nirkabel, istilah ini biasa dipakai untuk menentukan tingkat spektrum radio yang digunakan. Bluetooth misalnya, menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Sedangkan Wi-Fi memakai frekuensi 2,4 GHz sampai 5GHz.
11. Kecepatan CD-RW Drive
Angka-angka yang tercantum dalam CD-RW drive sering membingungkan orang. Apa sih arti 2x, 4x, 8x, 16x, 24x, 32x dan seterusnya? Patokannya sebenarnya gampang saja. Kalikan saja angka perkalian tersebut dengan angka 150 KB per detik. Nilai itu merupakan kecepatan drive yang pertama kali Cek dengan kalkulator Anda. CD-RW drive berkecepatan 2x mampu menulis dengan kecepatan 300 KB per detik, sedangkan drive dengan kecepatan 52x mampu menulis hingga 7.800 KB/detik. Tapi angka perkalian pada CD-RW drive tidak hanya satu, ada tiga angka, rumusnya: Kecepatan baca x kecepatan tulis (CD-R) x kecepatan rewrite (CD-RW) x. CD-RW drive dengan kecepatan 48 x 32 x 16 misalnya, mampu membaca dengan kecepatan 48x, menulis dengan kecepatan 32x, dan memiliki kemampuan rewrite 16x.
12. Kecepatan DVD Drive
DVD-RW drive memang lebih cepat. Angka dasar untuk mengetahui tingkat kecepatan DVD drive adalah 1.358 KB per detik. Jadi, kalikan saja kecepatan DVD dengan angka tersebut. Drive yang beredar di pasaran kebanyakan berkecepatan 16x. Artinya, berkecepatan sekitar 22.160 KB per detik. Sayangnya, aturan di pasar DVD-RW drive memang tidak sejelas CD-RW drive. Anda tidak dapat melihat potensial untuk membaca, menulis, dan rewrite hanya dengan sekilas. Yang juga membingungkan, sebagian besar DVD drive juga dapat merekam CD-R dan CD-RW. Beberapa model terbaru malah dapat merekam ke berbagai standar DVD. Walau begitu, kalau Anda telaten membaca keterangan didalamnya, info seperti itu mestinya tersedia.
13. Kecepatan Harddisk (rpm)
Singkatan rpm (revolution per minute) pada harddisk menentukan kecepatan putar pelat magnetiknya. Semakin tinggi nilai rpm, semakin cepat pula putaran pelat disk. Hal ini berpengaruh pada nilai transfer data. Dengan kata lain, seberapa cepat data dapat dibaca dan ditulis pada disk tersebut. Biasanya, sebuah harddisk PC berputar pada kecepatan 5.400 rpm, dan tingkat kecepatan ini sebenarnya lebih dari cukup. Walau begitu, Anda bisa juga membeli harddisk dengan kecepatan 7.200 rpm. Peningkatan kecepatan ini memang memberikan sedikit peningkatan kinerja. Kalau mau, Anda juga bisa membeli model 10.000 rpm, tetapi harganya memang relatif mahal.
14. Kecepatan Printer (ppm)
Para vendor printer biasanya menawarkan kecepatan pencetakan printernya. Satuan yang biasa dipakai untuk menggambarkan hal itu adalah paper per minute alias ppm. Gampangnya, semakin besar nilai ppm, maka semakin cepatlah printer tersebut. Ppm sendiri sebenarnya hanya efektif untuk menggambarkan kecepatan text. Begitu ada unsur gambar atau grafik dalam dokumen, kecepatannya biasanya langsung turun. Apalagi bila kita mencetak foto pada printer inkjet, nilai ppm benar-benar tidak bisa diharapkan. Sebaliknya, kecepatan cetak foto biasanya diukur dalam hitungan menit. Apapun printernya, kecepatan pencetakan sebenarnya juga berhubungan dengan kecepatan komputer itu sendiri.
15. Frame per detik (fps)
Apa yang penting kita perhatikan dari spesifikasi sebuah kartu grafis? Lihatlah nilai frames per second (fps) yang ditawarkannya. Makin tinggi fps atau frame-ratenya, maka semakin haluslah gerakan pada layar. Dalam sebuah game, kemampuan frame-rate kartu grafis menjadi sangat penting, mengingat game memang merupakan gambar yang terus bergerak. Kalau gamenya sederhana sih, kartu grafis dengan fps yang biasa saja tidak akan menjadi masalah. Tapi cobalah mainkan game 3D, kartu grafis dengan fps yang tinggi akan menunjukkan keunggulannya. Saat memainkan video, nilai fps juga sangat menentukan tingkat kehalusan tampian video. Kartu grafis dengan nilai fps rendah bisa membuat tampilan video terlihat patah-patah. Begini saja, kuncinya carilah kartu grafis dengan nilai fps dia atas 30 fps. Kalau bisa, carilah dengan nilai yang paling tinggi, apalagi Anda doyan main game 3D.
16. Dot per inch (dpi)
Kualitas hasil cetak printer dan kemampuan scaner dalam menangkap gambar biasa ditunjukan dengan nilai dot per inch (dpi). Nilai ini menunjukkan seberapa banyak titik pada satu inch persegi. Tapi kenyataannya istilah ini seolah-olah kehilangan arti pentingnya. Kemampuan sebuah printer untuk menghasilkan begitu banyak titik pada setiap inch sebenarnya bukan patokan kualitas hasil cetak. Ragam tinta, ukuran droplet (titik tinta), teknik semprot, serta kualitas kertas berkonstribusi langsung pada tampilan akhirnya. Begitu pula halnya dengan scaner. Sebuah scaner dengan resolusi 9.600 dpi contohnya, mungkin hanya bisa menangkap informasi gambar sekitar 600 dpi saja. Waspadai, tingginya nilai dpi bisa jadi merupakan hasil interpolasi digital dan bukan karena kemampuan sebenarnya.
17. Pixel
Pixel merupakan kependekan dari picture element. Satuan ini banyak digunakan pada monitor, baik LCD maupun CRT. Gambar-gambar yang Anda lihat pada monitor kenyataannya terbuat dari ribuan (bahkan jutaan) titik kecil yang berwarna, itulah yang dinamakan pixel. Hal ini biasa ditentukan oleh resolusi kartu grafisnya. Kartu grafis yang dapat menghasilkan resolusi layar 1.600 x 1.200 pixel, contohnya, akan menghasilkan 1.920.000 pixel. Resolusi sebesar itu terbilang cukup rapat dan halus. Resolusi layar monitor CRT biasanya lebih fleksibel, sementara monitor TFT lebih terbatas.
18. Point
Point atau pt menunjukkan ukuran cetak suatu jenis font. Dalam pencetakan modern, tinggi satu point biasanya sama dengan 1/72 inch (0.0138 inch atau 0.35 mm). Karena itu, font dengan ukuran itu sudah termasuk ruang untuk tipe huruf yang menjulur keatas (seperti ‘f’), ke bawah (seperti ‘p’).
19. Megapixel
Istilah megapixel sering dipakai dalam kamera digital. Satu megapixel sama dengan satu juta pixel, menunjukkan kemampuan kamera dalam menangkap detil obyek yang difoto. Asumsinya, sebuah kamera dengan kemampuan dua megapixel akan menangkap gambar yang lebih detil ketimbang kamera digital satu megapixel. Tetapi, resolusi sebenarnya hanya salah satu faktor yang mempengaruhi kamera digital. Kualitas yang sebenarnya juga sangat penting adalah kemampuan lensanya itu sendiri. Tapi hati-hati mencerna spesifikasi kamera digital. Klim dua megapixel misalnya, bisa saja sebenarnya hanya mampu mengambil resolusi sampai 1.600 x 1.200 pixel, yang artinya sama dengan 80.000 pixel. Jauh betul dari angka yang digembar-gemborkannya kan? Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam. Yang jelas, ada juga yang secara jujur mengungkapkan bahwa angka itu merupakan hasil interpolasi atau pengatrolan warna belaka.
1.     Byte
Merupakan satuan yang digunakan untuk menyatakan sebuah karakter. Dimana satu karakter sama juga dengan 8 bit.
2.     Kilobyte
Kilobyte merupakan tingkatan di atas byte, dimana 1 kilobyte = 1024 byte. Satuan Kilobyte disingkat dengan KB.
3.     Megabyte
1 Megabyte = 1024 Kilobyte atau sama dengan 1024 x 1024 = 1.048.576 byte. Satuan ini disingkat dengan nama MB.
4.     Gigabyte
1 Gigabyte = 1024 Megabyte atau sama dengan 1024 x 1024 x 1024 = 1.073.741.824 byte. Satuan ini dapat kita jumpai dalam kapasitas Hardisk. Satuan Gigabyte disingkat menjadi GB.
5.     Terabyte
1 Terabyte = 1024 Gigabyte atau sama dengan 1024x1024x1024x1024 = 1.009.511.627.776 byte. Dapat kita jumpai dalam kapasitas harddisk dan memori pada komputer mainframe. Satuan ini disingkat dengan TB.
6.     Petabyte
1 Petabyte = 1024 terabyte atau sama dengan 1024x1024x1024x1024x1024 = 1.125.899.906.842.624. Satuan ini diseingkat dengan PB.

Senin, 03 Desember 2012

proposal hidup

Dalam tulisan ini saya akan memaparkan apa yang saya baca, dapatkan, pelajari, dan praktikan melalui literatur serta pengalaman diri sendiri, grup, teman dan lingkungan, dimana literatur utamanya adalah dari sebuah workbook karya Jamil Azzaini yang judulnya “Tuhan, inilah Proposal Hidupku”. Untuk memahaminya mungkin sekilas pengantar dari buku tersebut dapat menjadi pembuka yang baik,,, ok lets start our session

Apabila anda ditunjuk menjadi ketua panitia Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) apakah anda membuat proposal kegiatan? Jawabannya pasti, “Ya saya membuat proposal itu.” Acara HUT RI itu berlangsung berapa lama? Paling lama satu bulan. Pertanyaan lanjutannya, mengapa untuk acara yang satu bulan anda membuat proposal tetapi untuk hidup anda yang puluhan tahun anda tidak membuat proposal hidup?

Pertanyaan ini di dukung oleh riset yang dilakukan terhadap para lulusan MBA dari Harvard Business School. Riset ini dilakukan antara tahun 1979 dan 1989. Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya “Apakah anda telah menyusun suatu rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis?” hasilnya, 3% menyatakan telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis. 13% menyatakan telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik namun tidak tertulis. Sisanya, 84% menyatakan belum memiliki apalagi menyusun rencana hidup.

Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1989, periset yang dipimpin oleh Mark McComack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979. Hasilnya, 13% yang menyatakan memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang 84% (Belum memiliki dan menyusun rencana hidupnya). Yang luar biasa, 3% para lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipar dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut. WOW!!!!

Ok, sampai saat ini berarti anda paham bahwa salah satu pembeda dari orang-orang yang berhasil dan berkelimpahan (makmur) adalah karena mereka dari awal sudah mengetahui dengan jelas akan kemana mereka melangkah, mengetahui dengan spesifik tujuan hidup mereka, dan menuliskannya dengan rinci setiap rencana-rencana hidupnya sehingga mereka mempunyai blue print yang jelas mengenai hidupnya.

Seorang filsuf Jim Rohn mengatakan “Anda tidak bisa menyewa orang lain agar berolahraga untuk anda, tapi anda harus melakukannya sendiri jika ingin merasakan manfaat dari olahraga tersebut.” “Andapun tidak akan mampu meraih keberhasilan hidup apabila menyerahkan hidup anda pada orang lain. Anda lah yang harus menjalani hidup anda sendiri.”

Dalam salah satu suratNya Allah berfirman:
“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka sendiri yang merubahnya”
(Q.S Ar-Rad’u: 11)

Nah dalam sesi ini berarti anda mengerti bahwa yang namanya perencanaan hidup yang spesifik dan tertulis sangatlah penting, karena ketika anda mengetahui (menginstal) arah dan tujuan hidup anda dengan jelas, spesifik dan tertulis maka alam bawah sadar (pikiran bawah sadar), sikap, perilaku dan perkataan anda pun dengan tidak sadar sedikit demi sedikit dengan sendirinya akan berkorelasi dan bergerak selaras dengan tujuan itu, sekali lagi tanpa anda sadari. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara kita memulai membuat Proposal Hidup kita?? Ok, kita akan mulai kupas satu persatu

LANGKAH 1
SADARILAH BAHWA ANDA MASTERPIECE

Bab ini adalah mengenai konsep diri anda terhadap diri anda sendiri, cara pencitraan anda terhadap anda. Mari saya lontarkan satu pertanyaan “Coba anda pejamkan mata, kemudian gambarkan diri anda itu seperti apa?” apakah anda menilai diri anda denga positif atau negatif??? Dan jawaban tersebut akan berpengaruh pada kehidupan serta kesuksesan hidup anda.

Jika ada barang (handphone, mobil, jam tangan, busana) yang diciptakan dalam edisi / jumlah yang sangat terbatas (limited edition) maka harga barang tersebut akan sangat mahal, kenapa sangat mahal dan berharga?? itu karena barang tersebut spesial, original, dan tentu karena langka!!

Jika barang saja bisa sangat tak ternilai karena hal-hal tersebut di atas, apalagi anda! Anda yang hanya diciptakan satu di dunia ini, anda yang sangat langka dan tidak ada yang menyerupai anda! Pastilah anda sangat-sangat berharga. ANDA TAK TERNILAI HARGANYA!
Untuk mengetahui bahwa anda sangat spesial, berharga anda harus menuliskan pengalaman-pengalaman hidup anda.

Training #1 TULISKAN PENGALAMAN-PENGALAMAN HIDUP ANDA (Khususnya yang dapat memompa kembali semangat hidup anda)

LANGKAH 2

TETAPKAN PRESTASI TERBAIK YANG ANDA INGIN RAIH

Jean Henri Fabre, Ilmuwan Perancis pada tahun 1870-an pernah mengadakan percobaan terhadap sekelompok ulat. Fabre mengambil beberapa ulat dan membuat ulat yang paling depan menyentuh ulat yang paling belakang. Ulat itu membuat suatu lingkaran mengelilingi sebuah pot bunga. Di tengah pot itu diletakkan ranting dan pucuk daun muda sebagai makanan ulat-ulat itu. Setelah beberapa saat ulat-ulat itu berjalan beriringan mengitari pot yang berisi makanan ulat. Ulat-ulat itu terus berputar-putar, jam demi jam. Siang dan malam dan hari demi hari hinnga mereka mati karena kelaparan dan kehausan. Padahal dalam jarak yang sangat mudah di jangkau tersedia makanan untuk mereka.
Banyak diantara kita yang hidup seperti ulat-ulat itu. Kita hidup mengikuti kebiasaan yang sudah berlaku, terus bekerja dengan keras namun kehilangan kesempatan mengetahui bahwa di dekat kita banyak peluang yang bisa memberi kebahagiaan bagi kita. Untuk menghindari hal itu anda harus menentukan arah hidup anda, tidak asal ikut-ikutan tradisi yang sudah ada.

Training #2 TULISKAN PRESTASI YANG ANDA INGIN RAIH
Ketika menuliskan prestasi, anda harus memenuhi kaedah spesifik, terukur, dan jangka waktunya jelas. Selain itu prestasi terbaik harus meningkatkan 4-ta (harTA, tahTA, kaTA dan cinTA). Anda juga harus bermanfaat bagi orang lain

Contoh:
Spesifik: Saya adalah Pengusaha restoran terbaik di Jawa Barat
Terukur: Restoran saya setiap satu bertambah satu outlet
Jangka waktunya jelas: 20thn, 30thn atau tercapai pada tahun 2020, 2025 dst
Meningkatkan 4-TA: Saya CEO terbaik di Indonesia, memberi inspirasi 5 juta orang
Memberi manfaat bagi orang lain: Memperkerjakan 20 ribu orang, memperkerjakan

LANGKAH 3
JADILAH SEORANG AHLI

Mengapa harus menjadi seorang ahli?? Karena ketika anda menjadi seorang ahli dalam hal tertentu maka anda akan semakin dicari dan diinginkan oleh pihak lain, dan ada akan diberi imbalan yang mahal untuk jasa keahlian anda. Maka temukan keahlian apa yang ingin anda kembangkan. Anda ingin dikenal sebagai seorang ahli di bidang apa? Keahlian yang anda kembangkan harus sesuai dengan prestasi terbaik yang ingin anda capai. Anda harus benar-benar yakin bahwa keahlian itu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan prestasi terbaik yand sudah anda tuliskan.

TRAINING #3 TULIS, KENALI DAN KEMBANGKAN KEAHLIAN KHUSUS ANDA

LANGKAH 4
SEMPURNAKAN HIDUP ANDA SEKARANG

Anda tidak dapat meraih hidup dimasa depan hingga melakukan kegiatan-kegiatan yang berkualitas hari ini. Seperti apa jadinya anda di masa depan adalah hasil dari apa yang anda lakukan hari ini. Bila anda meremehkan hidup anda saat ini kehidupan anda akan menjadi sulit nantinya.
Tahap ini dapat anda lakukan dengan beberapa langkah:
1. Bersahabatlah dengan orang yang mendukung anda
2. Tetapkan komitmen sikap dan perilaku anda: Bersikap dan berperilaku positif, bersikap dan berperilaku produktif, bersikap dan berperilaku kontributif

LANGKAH 5
SEMPURNAKAN LINGKUNGAN ANDA

Ini adalah langkah terakhir dari sebuah proses penyusunan Proposal Hidup, sebuah proposal hidup yang baik, indah, sempurna, ideal akan sangat sulit dapat terealisasi tanpa dukungan pihak lain, yaitu: keluarga dan orang-orang terdekat anda serta yang paling utamanya anda sendiri dan Tuhan. Oleh karena itu, maka dalam proses penyempurnaan dan peraihannya anda harus mengenali dan mengikut langkah-langkah final yaitu:
1. Mulailah dari rumah anda
Perlihatkan, berikan pemahaman serta mintalah dukungan dari keluarga anda. Jadikan mereka sebagai supervisor yang akan mengevaluasi sejauh mana pencapaian proposal hidup anda. Ketika anda mulai melenceng dari arah proposal hidup anda maka keluarga dapat menjadi pengingat agar anda kembali ke jalur rencana hidup anda.
2. Sampaikan proposal hidup anda dalan setiap kesempatan
3. Berdoalah
4. Mensyukuri keberhasilan di setiap tahapan

Jumat, 30 November 2012

Nex Generation


Doa ku untukmu sayang

Kau mau aku apa, pasti kan ku beri
Kau minta apa, akan ku turuti
Walau harus aku terlelap dan letih
Ini demi kamu sayang

Aku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami di surga nanti

Tahukah kamu apa yang ku pinta
Di setiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia


Tuhan tolong aku, jaga jaga dia
Tuhan ku pun sayang dia

Kesepian

Dimana kamu dimana, di sini, bukan
Kemana kamu kemana, ke sini, bukan
Katanya pergi sebentar, ternyata lama
Tahukah aku sendiri menunggu kamu

Jangan kau pergi lagi
Aku tak mau sendiri
Temani aku tuk sebentar saja
Agar aku tak kesepian

Katanya pergi sebentar, ternyata lama
Tahukah aku sendiri menunggu kamu

Jangan janji-janji terus
Aku tak mau kau bohong
Temani aku tuk sebentar saja
Agar aku tak kesepian

Tunggu Aku

Masihkah kau simpan
Mawar yang ku beri
Mungkin tak sewangi dulu
Mungkin tak seindah dulu
Tunggu aku ku akan datang

Masihkah kau jaga
Api cinta dariku
Mungkin tak sehangat dulu
Mungkin tak seterang dulu

Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang

Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang

Kau segalanya bagiku
Kau adalah duniaku
Satu yang ku pinta
‘tuk tetap menunggu

demi cinta

Maaf ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia-siakan hidupku
Dan ku bawa kau seperti diriku

Walau hati ini trus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi kulakukan semua demi cinta

Akhirnya juga harus kurelakan
Kehilangan cinta sejatiku
Segalanya telah kuberikan
Juga semua kekuranganku

Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan kuterima semua demi cinta

jujur aku tak kuasa
Saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi

bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan
Kisah cinta kita selamanya

Kamis, 29 November 2012

Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Perpustakaan



Kata Pengantar
            Di era globalisasi ini, teknologi informasi  telah merambah pada hampir semua bidang ilmu pengetahuan, tak terkecuali bidang kepustakawanan.  Tujuan tulisan ini adalah agar para pembaca dapat mengerti jenis-jenis dan fungsi teknologi informasi di perpustakaan, ersiapan-persipan yang diperlukan,  serta metode-metode yang dapat dikembangkan dengan adanya teknologi informasi di perpustakaan.  Sasaran tulisan ini adalah untuk calon pustakawan dan pustakawan pada umumnya yang belum mengetahui dengan jelas  penerapan teknologi informasi di perpustakaan. Dengan demikian diharapkan mereka akan siap menerima kemajuan-kemajuan yang akan dating di lembaga di mana mereka bekerja nanti, sehingga tidak aakan muncul dampak psikhologis terhadap diri mereka.





                                                                                    Yogyakarta 26 November 2012



                                                                                   
                                                                                                                       
                                                                                                 (kelompok 3)
                       












Pendahuluan
Pada era globalisasi ini telah banyak terjadi kemajuan-kemajuan teknologi yang dimanfaatkan  masyarakat,  dan yang lebih kelihatan terutama kemajuan di berbagai bidang ilmu. Hal ini disebabkan karena adanya kemajuan-kemajuan teknologi informasi.  Kebanyakan orang menganggap Teknologi informasi sama  dengan teknologi baru. Padahal sebenarnya teknologi informasi (Information Technology ) telah mulai dikenal sejak tahun 1970-an. Hal ini sebenarnya bisa dilihat dari adanya telegram, yang kemudian berkembang  dengan adanya  Facimile (Fax.), dan perkembangan terakhir yaitu adanya E-mail  dan Voice Mail.  Penerapan teknologi informasi saat ini telah terjadi di segala bidang dan dapat kita lihat dan rasakan di rumah-rumah, di kantor,  perdagangan dan keuangan, dan juga di bidang militer. Dalam makalah ini akan dibahas secara khusus penerapan teknologi informasi di bidang  perpustakaan dan pusat-pusat dokumentasi dan informasi.
Beberapa hal yang dibahas dalam makalah ini  adalah pengertian dan cakupan teknologi informasi, penerepan teknologi informasi di perpustakaan, fungsi-fungsi, dan dampak tekonologi  informasi.  Maksud dari tulisan ini adalah agar dapat diketahui oleh para pustakawan dan calon-calon pustakawan konsep dan penerapan teknologi di perpustakaan agar mereka siap menghadapi kemajuan teknologi informasi di dunia yang telah merambah dengan luas di perpustakaan-perpustakaan di Indonesia.









DAFTAR ISI

Halaman Judul                                                                     Halaman
Kata Pengantar ……...……………………………………………………………………...1
Pendahuluan.………………………………………………………………………………..2
Daftar Isi…………………………………………………………………………………….3
  Gambar Pemanfaatan Komputer untuk Perpustakaan














I.                 Sejarah Perkembangan.

Kemajuan Teknologi Informasi di kantor-kantor di dunia dimulai pada pertengahan abad ke-20, dengan diperkenalkannya telepon otomatis, alat pencatat telegram, telex, mesin ketik elektrik, mesin duplikator, mesin penjumlah, tabulator  dan perangkat pengolahan data.

Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. juga dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah.
Sejarah perkembangan teknologi informasi untuk perpustakaan  dimulai pada  masa pra komputer. Pada waktu itu untuk sarana penulisan dokumen di kantor-kantor  dan khususnya di perpustakaan, masih menggunakan mesin ketik manual, kemudian ada mesin ketik listrik (elektronis), atau yang dikenal dengan mesin ketik IBM. Kemudian mulai ada komputer kira-kira pertengahan abad 19 (untuk negara-negara maju, dan di Indonesia sekitar tahun 70-an) Pada waktu itu komputer digunakan secara Off-Line, artinya tidak dihubungkan dengan sarana telepon, dan digunakan untuk masing-masing bagian. Pada saat itu meskipun sudah ada perangkat-perangkat lunak untuk sistem sirkulasi, pengatalogan, atau pengolahan, tetapi belum dihubungkan dengan suatu sistem yang terpadu. .Kemudian dengan adanya kemajuan teknologi, pengelolaan data di perpustakaan dan pusat dokumentasi dan informasi dapat dilakukan pengelolaan rumah tangga perpustakaan (Library house-keeping ) dengan Automasi Perpustakaan. Kemudian dengan semakain meningkatnya kemajuan teknologi, penggunaan komputer secara off-line dapat diganti dengan on-line dan  disambungkan ke berbagai jaringan di dunia  dengan berbagai Web-Site di dunia. Perpustakaan ada yang dikenal dengan nama Perpustakaan Elektronik dan Perpustakaan Maya (Virtual library ).

II.            Mekanisme Perpustakaan Sebelum Adanya Komputer.

Pada masa prakomputer di perpustakaan masih menggunakan system manual atau manusia itu sendiri, untuk mencari sebuah buku yang ia inginkan manusia harus mencarinya sendiri, untuk mempermudah pencarian buku yang di ingin kan, di buatlah sebuah penanda yang di temple ataupun di gantungkan di setiap bagian rak tempat buku tersebut yang berfungsi sebagai tanda jenis buku agar pembaca menemukan buku yang ia cari lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama.
Sebelum adanya computer di sebuah perpustakaan segala pekerjaan sistematika dan mekanismenya masih secara manual dari sebuah peminjaman buku, pencarian buku, pendataan dan yang lainnya masih mengunakan kertas atau di tulis, untuk menemukan buku yang kita inginkan kita harus bekerja extra dan teliti untuk menemukan buku yang kita cari apa lagi jika perputakaan yang besar namun belum menerapkan system computer, kita harus cermat melihat satu demi satu di antara begitu banyaknya buku dan hal ini memakan waktu yng sangat lama, begitu juga pada data peminjaman buku, sebelum ada computer di perpustakaan seseorang jika ingin meminjam  buku data data buku dan orangg tersebut akan dicatat terlebih dahulu pada sebuah buku catatan dan itu rentang umtuk hilang.
Di dalam sebuah penulisan data data perpustakaan juga sudah ada yang agak modern yaitu dengan menggunakan mesin ketik manual dan juga ada mesin ketik elektronik. Mesin ketik elektronik sudah terbilang lebih modern dari pada mesin ketik manual, walaupun sudah lebih modern namun dalam pemanfaatan nya masih banyak kendala yaitu memerlukan waktu yang lama terlebih lagi jika rusak, suku cadang dari mesin ketik elektronik masih sukar di temukan karena terbatasnya persediaan.


III.        Mekanisme Perpustakaan Sesudah Adanya Komputer.


Ketika computer sudah  mulai memasuki suatu system pekerjaan di perpustakaan banyak hal hal baik ataupun  peningkatan produktifitas  dari suatu perpustakan itu sendiri.
Aplikasi teknologi informasi yang tercakup dalam ruang lingkup suatu sistem informasi, baik itu perpustakaan maupun pusat-pusat dokumentasi dan informasi, secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 4 bidang utama, yaitu :
1.   Library housekeeping  ( Perawatan /pengelolaan  perpustakaan)
2.      Information retrieval  (Temu kembali informasi / Penelusuran Informasi)
3.      General purpose software (Perangkat lunak untuk berbagai macam keperluan)
4.       Library networking (Jaringan kerjasama perpustakaan )

 Library Housekeeping
Library housekeeping atau pengelolaan perpustakaan,  merupakan istilah umum yang mengacu pada berbagai macam kegiatan rutin yang perlu dilakukan agar supaya perpustakaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem yang terpadu yang terdiri dari beberapa modul, yaitu akuisisi atau pengadaan, pengatalogan, sirkulasi, pengaksesan katalog oleh umum atau yang dikenal dengan nama OPAC (Online Public Akses Catalog), dan peminjaman antar perpustakaan.
Konsep integrasi  akhir-akhir ini telah diterapkan secara luas pada sistem housekeping  perpustakaan.  Istilah  Sistem Perpustakaan yang Terintegrasi (Integrated Library System)  sering digunakan sebagai indikasi bahwa sub-sistem atau modul-modul yang ada diintegrasikan semuanya membentuk Sistem Informasi Tunggal yang berbasis komputer yang mampu m[i]elakukan tukar menukar informasi dari satu modul ke modul lain, serentak oleh beberapa modul yang berbeda sehingga memungkinkan penggunaan dan pemanfaatan data oleh sistem akan lebih efisien. Sebagai contoh:: informasi  pengarang / judul akan digunakan bersama oleh modul : Akuisisi, Pengatalogan, Sirkulasi, OPAC (Online Public Acces Catalog), dan Informasi pengelolaan. Dari semua modul atau sub sistem ini yang paling penting bagi pemakai adalah sub sistem  OPAC, yang memungkankan pengaksesan Online ke katalog.
Sistem Perpustakaan yang Terintegrasi ini kemudian dikenal secara luas dengan nama Otomasi Perpustakaan.  Secara umum ada  tiga generasi Otomasi Perpustakaan, yaitu:
Generasi I       : Otomasi aktivitas-aktivitas pemrosesan, seperti akuisisi dan pengatalogan ditambah dengan pengendalian sirkulasi.
 Generasi II    :  Pengembangan dan pemasangan sistem yang terintegrasi termasuk OPAC
Generasi III    : Dibangun Local Area Network  dengan kemampuan komputasi dan komunikasi pada stasiun kerja individu.
Pengertian Otomasi Perpustakaan kalau dilihat dari segi etimologi berasal dari  bahasa Inggris yaitu Library Automation. Kata  Automation  di dalam Microcomputer dictionary berarti : 1) Perubahan dari suatu proses atau prosedur secara otomatis;          2) Pelaksanaan proses dengan sarana-sarana otomatis  (Sippl, 1975). Adapun konsep Otomasi  berdasarkan Encyclopedia of Science and Technology, Vol.1, menggambarkan penerapan mesin-mesin komputer pada penyimpanan, pemrosesan data-data bisnis, teknis, maupun ilmiah. Dengan demikian otomasi perpustakaan berarti penggunaan komputer untuk semua kegiatan perpustakaan mulai dari pengadaan, pengolahan, sampai ke layanan sirkulasi.
Information  Retrieval.
Sistem informasi untuk temu kembali informasi secara elektronis pertama kali digunakan untuk pencarian data lokal dilakukan dengan menggunakan katalog. Kemudian dengan adanya kemajuan teknologi informasi  temu kembali informasi atau yang dikenal dengan penelusuran informasi juga mengalami kemajuan, yaitu dengan penggunaan sarana-saran elektronis.
Ada tiga macam sarana dalam Penelusuran informasi atau temu kembali informasi secara elektronis, yaitu :
a)      menggunakan Pangkalan Data Lokal
b)      menggunakan  CD-ROM
c)      menggunakan jaringan Wide Area Network, atau yang banyak dikenal melalui  Internet.


General Purpose Software. 
Yang termasuk dalam general purpose software yang dapat digunakan di lembaga-lembaga yang bergerak di bidang dokumentasi dan informasi  adalah :
-        Word Processing             : untuk pengolah teks dan pencetakan.
-        Spreadsheets                   : untuk kalkulasi keuangan
-        Graphics             : untuk presentasi statistik
-        Desktop Publishing         : untuk penerbitan dan percetakan yang profesional
-        Electronic mail    : untuk pendistribusian pesan
. Library networking.
Istilah Library networking   mempunyai cakupan yang luas, tetapi  biasanya meliputi 
a.       Kerjasama antar perpustakaan atau jaringan informasi antar lembaga-lembaga yang bergerak di bidang informasi yang sama atau relevan, atau Pengkaitan komputer perpustakaan atau lembaga informasi (Pusdokinfo) dengan lembaga lainnya  di dalam institusi untuk membentuk LAN (Local Area Network)

b.      Pengkaitan komputer lembaga Pusdokinfo ke komputer lain yang jauh  jaraknya untuk membentuk Wide Area Network  atau yang sering dikenal dapat berhubungan melalui internet.

LAN dan WAN adalah jenis-jenis  jaringan yang digunakan untuk automasi  perpustakaan yang dilihat dari lingkup geografisnya.  LAN adalah suatu jaringan komputer dengan daerah kerja relatif kecil, dalam satu lokal;  dan WAN adalah jaringan komputer yang daerah kerjanya mencakup radius antar kota, antar pulau, dan bahkan antar benua. Sebenarnya masih ada jenis lain, yang disebut Metropolitat Area Network (MAN ), dengan daerah kerja antara 30 sampai 50 km, yang merupakan alternatif pilihan untuk membangun jaringan komputer kantor-kantor dalam satu kota.






Fungsi Teknologi Informasi.

Setelah mengetahui penerapan teknoogi informasi, maka dapat kita ketahui bahwa fungsi utama Teknologi Informasi pada dasarnya adalah :
1.    Mengatur informasi  “Ing-Griyo”(in-house information ) atau informasi yang ada di dalam lembaga informasi tersebut, serta mengusahakannya agar dapat di temu balik.
2.    Meng-akses pangkalan data luar (Ektern),  yaitu pangkalan data dari lembaga-lembaga lain, maupun belahan dunia lain.
3.     
Fungsi-fungsi lainnya, yaitu :
1.    Meringankan beban kerja
2.    Efisien dan menghemat waktu dan tenaga staf
3.    Meningkatkan jasa perpusdokinfo dan fungsi-fungsi baru.
Menbangun jaringan kerja dan kerjasama











IV.        PENGARUH POSIIF KOMPUTERISASI DI PERPUSTAKAAN.


Perkembangan teknologi  dewasa ini juga berdampak positif bagi perkembangan  Perpustakaan di Indonesia .  Perpustakaan sebagai jantung sebuah institusi pendidikan  maupun lembaga penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan informasi/ literature  bagi  Para penggunanya.  Untuk itu pustakawan  harus memiliki suatu keterampilan  khusus untuk dapat mengolah semua koleksinya  agar mudah ditemukan kembali bila suatu saat diperlukan.
Pada  awalnya perpustakaan di Indonesia  masih sangat tradisional,  alat bantu pencarian koleksi  buku di rak pada saat itu hanya dengan menggunakan kartu katalog  yang diketik dan dijajarkan di laci-laci katalog. Bila mencari buku, kita menelusurnya dari kartu katalog yang ada (apakah dari katalog pengarangnya maupun dari katalog judul) yang telah disusun berdasarkan abjad.
Dengan perkembangan teknologi khususnya teknologi dalam bidang perpustakaan, saat ini banyak perpustakaan yang sudah mempunyai situs web perpustakaan.  Dari web tersebut, pengguna tidak harus datang lagi  ke perpustakaan  jika membutuhkan informasi.  Penggunapun hanya tinggal mengetikkan nama pengarang/ judul buku yang ia cari dalam OPAC (online Public Catalog) yang ada di website tersebut. Dari OPAC tersebut, biasanya akan diketahui apakah buku yang akan kita pinjam itu masih tersedia di perpustakaan ataukah sedang dipinjam oleh pengguna lainnya.
Menurut Mc Luhan dalam  materi  kuliah “Teknologi sebagai  Determinasi & Ekstensi”   Irwansyah, , “ All technology is communication, an extension of ourselves that allows us to reach further through time and/or space.

Macam-macam Teknologi dalam bidang perpustakaan:

a. Otomasi perpustakaan
            Saat ini sudah banyak perpustakaan yang menggunakan teknologi informasi dengan cara otomasi perpustakaan.  Menurut  Heri Abi Burachman Hakim (2011 : 50), Otomasi perpustakaan adalah pemanfaatan komputer untuk pengelolaan perpustakaan yang menyangkut  pengadaan  bahan pustaka, pengolahan dan pelayanan.
Dengan adanya otomasi perpustakaan, semua pekerjaan  pustakawan akan semakin cepat dan efisien sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan  bagi  Para anggota perpustakaan.
Selain adanya perangkat keras berupa komputer yang dapat membantu pekerjaan menjadi cepat, diperlukan juga perangkat lunak, aplikasi software perpustakaan yang  fungsinya mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan.  Administrasi yang dimaksud adalah kegiatan Pemesanan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, peminjaman, pengembalian, penyiangan, manajemen anggota, pencetakan barcode serta pembuatan laporan.

b. Perpustakaan Hibrida berbasis web 2.0
Perpustakaan hibrida berbasis web 2.0 dimaksudkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dari generasi yang mengakses perpustakaan (Heri Abi  Burachman Hakim, 2010: 1)  Dengan sistem ini, perpustakaan tetap menyediakan koleksi tercetak ataupun konvensional.  Sedangkan bagi  mereka yang sudah memiliki literasi yang tinggi, perpustakaan telah menyediakan koleksi digital yang dapat diakses kapan  saja dan dimana saja melalui URL yang telah dimiliki oleh Perpustakaan tersebut.

c. Perpustakaan dan jejaring sosial (facebook ataupun twitter)
Facebook dan twitter sebagai jejaring sosial memiliki peranan yang penting pula  sebagai sarana promosi Perpustakaan.  Tujuan dari pembuatan facebook/ twitter suatu perpustakaan biasanya tergantung dari institusi/ perpustakaan itu sendiri. Secara umum biasanya, perpustakaan juga ingin turut mendukung program gemar membaca kepada Para pengguna dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan mempublikasikan cover  koleksi buku baru maupun kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan.
            Selain itu, facebook  juga dapat digunakan sebagai interaksi antara pustakawan dan pengguna dalam menginformasikan keterlambatan buku yang dipinjam  atau sekedar memberitahukan bahwa buku yang dipesan sudah tersedia di perpustakaan.  Untuk perpustakaan sekolah atau perpustakaan perguruan tinggi hal ini dapat dilakukan karena hal ini bisa dijadikan suatu kewajiban untuk mempunyai account facebook.
Selain hal-hal  diatas, pustakawan juga sangat berperan agar  teknologi yang  digunakan di perpustakaannya benar-benar dapat dirasakan secara maksimal.  Transformasi  dalam diri pustakawan berupa peningkatan  pengetahuan dan  kompetensi . Dalam bahasa Agus M. Ikhram (2009), librarian 2.0 harus memiliki kemauan untuk berbagi, bersahabat, gaul, mahir menulis dan aktif dalam jejaring sosial.




V.             PENGARUH NEGATIF KOMPUTERISASI PADA PEPUSTAKAAN.


Sebenarnya dampak negative nya tidak terlalu terlihat dan sangat sedikit sekali, namun di sini kita mengulas dengan lebih teliti lagi yaitu terdapat beberapa sisi negative pada program komputerisasi pada perpustakaan .
a.                   Pengadaan komputerisasi di sebuah perpustakaan yang terdapat di sekolah maupun institusi masih memerlukan biaya yang mahal oleh karena itu masih agak sulit untuk menyempurnakan program komputerisasi di sekolah sekolah yang masih terbelakang seperti yang di desa desa atau daerah terpencil lainnya, komputerisasi memerlukan biaya tersendiri oleh karena itu pemerintah daerah harus memberikan bantuan operasional terhadap sekolah maupun institusi tersebut agar komputerisasi perpustakaan berjalan secara optimal.

b.                  Di perlukannya tenaga terampil untuk menangani nya, untuk pemasangan maupun pengoperasian computer di sebuah perpustakaan di perlukan keterampilan agar computer yang sudah di terapkan di sebuah perpustakaan bisa beroperasi secara maksimal tidak terbengkalai karena tidak adanya SDM yang bisa menggunakannya


c.                   Dengan di adakannya komputerisasi di sebuah perpustakaan bisa juga mempersempit lahan pekerjaan untuk seseorang yang tidak bisa mengoprasikan computer namun factor ini sangat jarang atau sedikit sekali, mengingat sekarang sudah jaman modern seharusnya semua orang di tuntut untuk bisa menggunakan sebuah perangkat computer.

d.                  Sebuah sekolah ataupun intitusi memerlukan persiapan untuk datangnya peralatan canggih yang di sediakan oleh computer tenaga tenaga  ahli yang di siapkan harus siap untuk dapat mengoprasika computer dengan baik dan benar dan tidak di salah gunakan penggunaannya serta harus melalukan pelatihan agar tercipta kerja yang maksimal


e.                   Ternyadinya sebuah ketergantungan pekerjaan pada computer. Mahasiswa ataupun penjaga perpustakaan akan selalu meminta bantuannya kepada computer dari mencari buku, mencatat buku ataupun yang lainnya akan berkaitan erat dengan computer hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh namun dalam jangka yang lama ketergantungan pada computer itu berdampak sangat negatif.











VI.           Kesimpulan


Teknologi  pada dasarnya dapat berdampak baik dan berdampak buruk, tergantung dari sisi manusia itu sendiri. Selama teknologi itu digunakan untuk hal-hal yang positif dan  inovasi baru maka hasilnya akan positif dan membawa manfaat bagi manusia.
Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi di bidang perpustakaan berupaya mendukung  peningkatan budaya baca di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah penggunaan facebook/ twitter dalam mempromosikan perpustakaannya dan koleksi-koleksi baru yang ada maupun untuk berinteraksi dengan Para anggota perpustakaan baik untuk menginformasi keterlambatan buku yang dipinjam dan lain sebagainya.
            Dari kasus diatas, bukan hanya teknologinya saja yang mengalami perubahan tetapi juga pustakawannya agar mampu menggunakan teknologi  dengan baik dan benar untuk kepuasan Para penggunanya. 

VII.    Penutup


Era kemajuan  teknologi informasi, atau era informasi yang sudah masuk ke Indonesia memberikan tawaran kemajuan ;dan peningkatan layanan informasi yang lebih besar.  Terlepas dari dampak positif dan negatifnya yang mungkin dapat timbul, perpustakaan harus menyiapkan SDM  agar perpustakaan dapat menjadi front-liners dalam sci entific discoveries.


Gambar Pemanfaatan Komputer untuk Perpustakaan
Gambar 1.1  seorang penjaga perpustakaan sedang mengunakan computer untuk mencatat barcode buku yang di pinjam oleh siswa
Gambar 1.2 ini adalah contoh perpustakaan modern yang buku” nya dapat di akses melalui internet
Gambar 1.3 ini adalah gambar siswa sedang mengunakan computer di ruang perpustakaan untuk mencari buku yang ia inginkan

VIII.                       Daftar Pustaka


1.         Anonim. 1993. Topik kita : Automasi perpustakaan di Indonesia: antara  kebutuhan dan ikut-ikutan. Majalah ikatan perpustakaan dan informasi, Vol.2(1) Februari/Maret: 3 – 8.
2.         Mambo, Henry L 1993. Managing automation in developing countries: a current view.  Library  Review, Vol. 42(5).
3.         Sasmito, Priyo. 1995. Sistem komputer, Jaringanb kerja komputer, sumber daya manusia dalam automasi perpustakaan. Makalah disampaian dalam Pemasyarakatan standar perencanaan automasi perpustakaan, pada kegiatan Persiapan jaringan kerjasama dengan sistem automasi perpustakaan. Jakarta: Proyek Pembinaan Perpustaklaan Nasional..
4.         Wimbarti, Supra. 1997.  Pengaruh psikis teknologi informasi terhadap sumber daya perpustakaan . Makalah disampaikan pada Seminar nasisional “Pemberdayaan SDM Perpustakaan dalam era internet” Yogyakarta, UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.
5.         Zorkozcy, Peter. 1990. Information technology : an introduction. London : Pitman Pushishing.
6.         Sulistyo-Basuki. 1991 Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
7.         Irwansyah,2012. Tehnologi sebagai Determinasi dan Ekstensi (Materi Kuliah) Jakarta: Mercubuana
8.         Hakim, Heri Abi Burachman. 2011. Optimalisasi Senayan sebagai Perangkat Lunak Berbasis Open Source Untuk Perpustakaan Seni. 2011. Jakarta : PNRI         (Majalah Visi Pustaka vol.13 no. 1, April 2011)
9.         Zuntriana, Ari. 2010. Peran Pustakawan di Era Library 2.0.  2010. Jakarta : PNRI (majalah Visi Pustaka Vol. 12 No. 2 Agustus 2010)
10.     Pacey, Arnold. 2000 The Culture of Technology. Cambridge, Massachusetts : the MIT Press Gairola, C. M. (2004). Information and Communications Technology for Development. New Delhi: Elsevier.
11.     S.P.Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi. Penerbit Graha Ilmu.
12.     Yuhetty, H. (n.d.). ICT and Education in Indonesia. Retrieved 11 20, 2008, from http://www.lib.itb.ac.id/: http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/e-list/Indonesia-ICT-paper.pdf
13.     Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung, Penerbit:Alfabeta.
14.     Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung, Penerbit:Alfabeta.